Inspirasi Tiada Tara

Minggu, 29 Juli 2012

Indonesia Miliki Bahasa Terkaya di Dunia

 
1/10 BAHASA DUNIA ADA DI INDONESIA


Provinsi Bali kembali menjadi tuan rumah perhelatan internasional. Kali ini, Pulau Dewata itu menjadi tuan rumah digelarnya Festival Linguistik Indonesia yang diselenggarakan oleh International Lexical Functional Grammar Assotiation (ILFGA) di Kampus Universitas Udayana.

Wakil Ketua Penyelenggara, I Nyoman Aryawibawa menjelaskan, acara yang bakal diikuti oleh 12 negara itu diharapkan bisa menjadi tonggak penting ilmu linguistik di Indonesia. Alasannya, sepersepuluh lebih dari bahasa-bahasa di dunia ada di Indonesia.

"Ini yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang paling kaya dan beragam kebahasaannya," kata Arya, Kamis 28 Juni 2012.

Dengan pertimbangan kekayaan itu pula, Indonesia menjadi laboratorium alami bagi penelitian kebahasaan. "Ini sangat penting untuk pengembangan dan terobosan teoritis ilmu bahasa dan penerapannya," tutur Arya.

Meski dokumentasi dan penelitian sudah dilakukan banyak kalangan, namun Arya menilai, masih banyak bahasa-bahasa di Nusantara yang belum terdokumentasikan dengan lengkap dan baik.

Lewat perhelatan ini, Arya berharap Indonesia bisa sejajar dengan negara maju dalam keilmuan, termasuk linguistik. Selama ini, Indonesia dianggap cukup ketertinggalan baik dalam kuantitas maupun kualitas sumber daya manusia yang andal.

Untuk itu, dirinya memandang perlunya pendidikan, penelitian dan kegiatan lain yang terkait dengan liguistik. Semua itu dilaksanakan secara intensif, berkelanjutan dan berkualitas tinggi serta berstandar internasional guna mengimbangi persaingan global yang semakin ketat.

Acara itu sendiri terselenggara atas inisiatif Universitas Udayana bekerjasama dengan Australian National University (ANU) dan Max Planx Institute, Jerman serta organisasi Masyarakat Linguistik Indonesia

Tempe, Bekerja Ajaib Cegah Penyakit

Gizi kedelai lebih mudah dicerna saat sudah diproses menjadi tempe.

     Beberapa hari ini tempe menghilang dari pasaran karena tingginya harga bahan baku. Padahal tempe disebut-sebut memiliki nilai gizi yang sangat tinggi. Beruntung, bagi Anda yang sudah menggemari makanan tradisional ini. Kebutuhan nutrisi tubuh sudah pasti terpenuhi dengan kemasan praktis dalam makanan olahan kedelai ini. Protein, lemak, serat, vitamin, dan karbohidrat.

Tapi bagaimana tempe ini bekerja untuk memberikan manfaat sehat bagi tubuh, mari kita lihat. Makanan olahan ini dibuat dengan cara merebus biji kedelai agar lunak, mengupas kulitnya, lalu merendamnya hingga terjadi fermentasi asam laktat. Proses fermentasi dan pengasaman inilah yang akan meningkatkan nilai gizi dan menghilangkan bakteri beracun.


Setelah direndam, ada proses pencucian akhir sebelum ditambahkan ragi tempe atau inokulasi. Inokulum bisa berupa kapang yang tumbuh dan dikeringkan pada daun waru atau jati, spora kapang tempe dalam medium terigu, atau kultur rhizopus oligosporus murni. Baru kemudian tempe ini dikemas dengan daun ataupun plastik.


Peranan kapang untuk menghasilkan enzim ini dapat dikatakan sangat ajaib. Ini membuat zat gizi dalam tempe lebih mudah dicerna, dibanding dalam bentuk kedelai.


Tidak sebatas deretan nutrisi yang terkandung, konsumsi tempe juga berhasil mencegah penyakit serius, seperti jantung dan hipertensi, serta menurunkan kadar kolesterol. Selain itu tempe juga bekerja menghambat penuaan dengan menghambat radikal bebas dan mencegah berbagai penyakit degeneratif.


Sepertinya, tempe memang harus selalu dimasukan dalam daftar menu harian Anda.
inaezz Berita, Life style