Inspirasi Tiada Tara

Selasa, 29 Mei 2012

4 Cara Mengubah Kebiasaan Buruk


Malam sudah berganti pagi, tapi Resti tidak juga beranjak untuk tidur. Sibuk mengerjakan apa? Tidak mengerjakan apa-apa. Dia hanya berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain tanpa tujuan yang jelas. Anda mungkin juga mengalaminya, selalu tidur larut malam hanya karena itu sudah menjadi kebiasaan.Untuk hal-hal yang negatif, Anda harus berhenti menjadikannya kebiasaan; dan berhenti itu tidak mudah. Dikutip dari womenshealthmag, Charles Duhigg yang menulis buku The Power of Habit berbagi tips untuk mengubah kebiasaan buruk.
Langkah 1
Berhenti dan berpikirlah: apa sebenarnya tujuan Anda melakukan kebiasaan itu, dan apa yang Anda dapatkan. Kesadaran bahwa kebiasaan itu tidak baik dan tidak berguna adalah awal yang baik untuk berubah menjadi lebih baik.
Langkah 2
Hindari pemicunya. Anda terlena oleh waktu sehingga tidur larut malam jika sehabis makan malam Anda menonton televisi; dan ketika filmnya menarik, Anda bisa tidak tidur hingga film ke-3 usai. Atau, Anda tidak terpikir untuk tidur karena kasur Anda tidak nyaman dan penuh barang. Atasi masalah ini, jangan menonton film jika ingin tidur lebih awal, dan kondisikan kasur Anda agar nyaman untuk tidur.
Langkah 3
Buat rutinitas baru! Temukan aktivitas lain yang lebih menarik dan lebih positif. Misalnya dalam kasus terbiasa tidur malam ini, Anda bisa tidur lebih lama jika bisa tidur lebih awal. Siapa yang tidak suka tidur? Hampir semua orang menyukainya. Daripada terburu-buru bangun di pagi hari dan pusing karena kurang tidur, coba biasakan untuk tidur lebih awal sehingga Anda bisa bermalas-malasan lebih awal.
Langkah 4
Beri reward. Tidak hanya anak kecil yang butuh dipancing dengan reward, otak Anda juga! Memulai sesuatu adalah hal yang sulit, dan karena itu Anda butuh pancingan. Jika bisa tidur lebih awal dan bangun lebih bagi, Anda akan memanjakan diri dengan sarapan yang tidak terburu-buru di cafe dekat kantor yang punya sajian pancake lezat. Saat sudah menjadi kebiasaan, Anda akan bosan dengan pancake dan tidak lagi membutuhkannya untuk tidur lebih awal dan bangun lebih pagi.









: vemale.com

3 Pertanyaan Untuk Kencan Pertama

 
Menanyakan hal-hal kecil yang bersifat memorable akan membuat dirinya merasa menarik untuk diketahui lebih jauh. Well dear, berikut adalah tiga buah pertanyaan ringan yang akan membuat hubungan Anda mengencang setelah kencan perdana.
  1. Tanya tentang first kiss nya. Jika saat bercerita ekspresinya menunjukkan seakan ia tengah mengalami pengalaman manis, maka artinya ia cukup sweet sebagai seorang pria. Namun jika menurutnya biasa saja, artinya ia tidak terlalu serius menanggapi suatu masalah.
  2. Apa kemenangan terbesar yang pernah kamu capai? Apapun jawabannya, hal ini bisa memberikan clue bagi Anda tentang cara mereka berkompetisi yang sesungguhnya amat penting bagi seorang pria.
  3. Barang termahal apa yang pernah kamu beli dengan uangmu sendiri? Mungkin ia menghabiskan uangnya untuk membeli mobil, atau menabungnya untuk kuliah. Apapun jawabannya akan menunjukkan prioritas hidupnya.









Source: Cosmopolitan, Edisi April 2012, halaman 169

Bahaya Keracunan Dari Sayur Dan Buah Import


 Penyakit dari virus, kuman atau bahan tambahan makanan dan penyebab lainnya bisa masuk ke tubuh manusia lewat makluk hidup, udara dan makanan. Center for Disease Control atau CDC di Amerika menyebutkan belakangan ini wabah penyakit yang berasal dari makanan impor semakin meningkat, dikutip dari webmd. Umumnya bahan-bahan yang menjadi penyebab wabah ini adalah ikan dan rempah-rempah, khususnya merica, jelas Hannah Gould, PhD dari CDC pada bulan Maret lalu.
Tim dari CDC yang dikepalai oleh Gould menganalisa data wabah keracunan makanan karena makanan impor selama beberapa tahun terakhir (2005 hingga 2010), dan selama lima tahun ini makanan impor menyebabkan 39 wabah dan 2.348 penyakit. Separuh di antaranya terjadi dalam dua tahun terakhir. Gould mengingatkan, temuan ini masih terlalu cepat untuk disimpulkan sebagai tren, namun patut diwaspadai dan dibutuhkan pengawasan yang lebih lanjut untuk menghindari wabah penyakit dan keracunan makanan di masa depan.
Dalam studi tersebut diketahui ikan menjadi penyebab 17 wabah keracunan; sementara rempah-rempah bertanggung jawab atas 6 wabah, lima di antaranya berasal dari merica segar atau kering. Temuan yang patut diwaspadai adalah hampir setengah dari bahan makanan yang menyebabkan wabah tersebut berasal dari Asia. Diduga penyebabnya adalah karena standar keamanan yang kurang memenuhi kriteria sehingga dalam pengiriman dan penanganan selanjutnya sangat memungkinkan terjadi kontaminasi yang menyebabkan keracunan atau wabah penyakit.
Indonesia adalah salah satu negara yang mengimpor bahan makanan cukup banyak dari negara lain, termasuk dari sesama negara di Asia. Tidak hanya ikan, namun makanan pokok seperti beras, jagung, kedelai dan utamanya buah-buahan banyak didatangkan dari negara Asia lainnya. Dengan temuan ini, sebaiknya kita lebih berhati-hati memilih buah dan sayur impor serta sebisa mungkin menggunakan sayur dan buah segar produksi lokal yang lebih aman.






Vemale.com-
inaezz Life style

Obat Anti Alergi Bikin Badan Melar



   - Para peneliti menemukan hubungan antara naiknya berat badan dengan alergi yang Anda derita. Banyak sekali orang yang mengalami alergi debu atau alergi dingin, dan biasanya reaksi alergi ini muncul dalam bentuk bersin-bersin, hidung dan mata berair serta sesak nafas. Setelah minum obat anti alergi, reaksi tersebut akan hilang dan Anda kembali baik-baik saja.

Namun obat anti alergi ini jika dikonsumsi secara rutin, ternyata bisa menyebabkan lingkar pinggang Anda membesar, sebagai tanda badan mulai melar. Dikutip dari womenshealthmag, pada bulan Agustus tahun 2010 silam para peneliti dari Yale University menemukan bahwa orang yang mengonsumsi antihistamin secara rutin dalam jangka waktu lama memiliki badan yang lebih berat dari orang yang tidak mengonsumsi antihistamin. Data ini diambil dari Survei pada tahun 2005 dan 2006 yang diselenggarakan oleh the Centers for Disease Control and Prevention.

Penelitian di tempat lain, dengan menggunakan data yang sama, peneliti menemukan bahwa anak-anak yang mengalami obesitas cenderung menderita alergi, terutama alergi terhadap makanan tertentu. Namun penelitian itu juga menekankan, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah obesitas menyebabkan alergi.

Teori lainnya yang menghubungkan antara bertambahnya berat badan dengan alergi adalah, histamin juga berfungsi dalam mengatur selera makan Anda. Penelitian dari Yale University ini melakukan penelitian pada hewan lab dan menemukan bahwa tikus yang diberi histamin secara rutin nafsu makannya berkurang, sedangkan tikus yang diberi antihistamin mengalami peningkatan selera makan. Oleh karena itu, jika Anda rutin mengonsumsi obat anti alergi yang mengandung antihistamin, selera makan Anda akan meningkat sehingga Anda bisa makan lebih sering dan lebih banyak.

Sebenarnya menggantungkan penangkalan alergi dengan obat-obatan memang kurang baik. Solusi terbaik adalah mengkondisikan lingkungan dan diri Anda agar tidak terekspos dengan pemicu alergi, serta memperkuat daya tahan tubuh dengan vitamin dan olahraga agar tidak mudah terserang alergi.





Vemale.com
inaezz Life style

Tidur 9 Jam Setiap Hari Bikin Langsing





"Jangan kebanyakan tidur, nanti kamu gendut!" Pernah dengar kalimat itu? Orang Indonesia adalah orang-orang yang rajin, kita terbiasa dengan anggapan bahwa banyak tidur sama dengan malas. Orang yang banyak tidur disamakan dengan pemalas, bahkan disamakan dengan hewan tertentu yang selalu tidur setiap waktu. Kita juga terbiasa dengan jam tidur yang normal antara 7 hingga 8 jam, lebih dari itu, bisa-bisa kita di cap pemalas.
Tetapi tahukah Anda, sebuah penelitian yang dilansir Genius Beauty menunjukkan bahwa tidur lebih dari 8 jam justru disarankan. Bahkan, tidur selama 9 jam atau lebih dipercaya bisa membuat seseorang selalu berada dalam berat badan yang ideal, terhindar dari kegemukan bahkan obesitas. Memang sulit dipercaya, tetapi begitulah hasil penelitian tersebut.
Para ilmuwan Amerika dari University of Washington melakukan penelitian pada 1088 pasang saudara kembar. Mereka dinilai berdasarkan indikator kesehatan dan gaya hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik memiliki pengaruh langsung pada indeks massa tubuh (BMI). BMI adalah skala pengukuran untuk menilai apakah berat badan seseorang normal, kekurangan berat badan hingga kelebihan berat badan.
Dengan gen yang sama, para peneliti juga menilai lama tidur mereka. Pada pasangan kembar, mereka yang tidur kurang dari 7 jam perhari memiliki BMI dua kali lebih tinggi dibandingkan kembaran mereka yang tidur 9 jam (catatan: semakin tinggi BMI seseorang, semakin kelebihan berat badan bahkan obesitas).
Dr Nathaniel Watson yang tergabung dalam penelitian tersebut menjelaskan bahwa kurang tidur menciptakan rasa 'nyaman' pada gen yang berhubungan dengan obesitas. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam the Sleep Journal memang masih awal dan memerlukan penelitian lanjutan. Apakah Anda percaya pada hasil penelitian ini dan akan tidur setidaknya 9 jam setiap hari?




: vemale.com
inaezz Life style