Inspirasi Tiada Tara

KAWAN! PIMPINLAH DIRIMU SENDIRI



Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
(QS al-Baqarah [2]: 30)

Berdasarkan ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa diri kita lahir kedunia ini dengan satu tujuan yakni menjadi seorang khalifah dimuka bumi ini. Khalifah dapat diartikan sebagai wakil Allah atau pemimpin yang menjadi delegasi yang Maha Agung untuk mengurusi dunia ini. Dunia dan seisinya yang didalamnya terkandung potensi yang maha dahsyat adalah pemberian Allah kepada manusia. Allah bermaksud memberikannya kepada kita agar manusia dapat menggunakannya dengan sebaik baiknya untuk hidup didunia yang pada akhirnya tujuan satu-satunya ialah kemuliaan kehidupan setelah mati yakni diakhirat kelak.
Sejak lahir setiap manusia telah memiliki jabatan dan tugas oleh Allah yakni sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri yang tugasnya beribadah kepada Allah SWT. Ada sebuah perkataan yang patut kita renungkan bersama “kita tidak akan bisa memimpin orang lain, sebelum memimpin diri kita”.
Kepemimpinan terhadap diri sendiri jika kita lihat sepintas adalah sesuatu yang sangat mudah kita lakukan. Akan tetapi pada kenyataannya kemampuan manusia dalam memimpin diri sendiri adalah suatu tugas besar dan tantangan berat, sehingga hanya sedikit manusia didunia ini yang bisa menaklukan atau memimpin dirinya sendiri.
Sahabat Ibnu Umar ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Setiap kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Penguasa adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang lelaki adalah pemimpin dalam rumah tangga, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Pembantu rumah tangga adalah pemimpin dalam menjaga harta kekayaan tuannya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Dan setiap kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pentinya Kepemimpinan Diri Sendiri
Kehidupan di dunia ini adalah sebuah anugerah terbesar yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia. Di dalam proses pembuatan seorang manusia, pada awalnya kita telah berperang, bertarung saling mengalahkan dengan berjuta-juta sel sperma. Diri kita hadir didunia ini adalah hasil perjuangan dan pengorbanan yang perlu kita maknai “untuk apa sebenarnya kita dilahirkan kedunia ini?”
Allah SWT adalah yang maha besar. Dia menciptakan apa yang ada dimuka bumi ini dengan tujuan yang jelas dan dengan perhitungan yang matang. Keakuratan dan ketelitian Allah dalam menciptakan semua yang di dunia ini adalah sebuah kemahadahsyatan-Nya. Manusia adalah satu-satunya makhluk istimewa yang di anugrahkan Allah kesempurnaan yakni manusia dalam penciptaannya dibekali Allah fisik yang sempurna, hati dan akal. Dengan adanya tiga komponen itu terutama hati dan akal, setiap manusia yang dilahirkan kedunia memiliki kebebasan untuk memilih arah hidupnya didunia ini.
Tidak heran jika kita amati di dunia ini semuanya ada pasang-pasangannya ada orang kaya ada juga orang miskin, ada orang baik ada juga orang jahat, ada orang pintar ada juga orang bodoh, ada orang rajin ada juga orang malas, ada orang taat ada juga yang ingkar. Kalau kita amati dengan seksama ini adalah bunga rampai kehidupan yang diciptakan Allah sebagai sebuah skema yang kita harus cermati, kita analisis dan kita pilih.
Masih ingatkah anda dengan kata-kata mutiara “Hidup adalah pilihan”. Fenomena yang tergambar diatas bagaimana segalah suatu hal diciptakan berpasang-pasangan, ini adalah sebuah isyarat oleh Allah bahwa manusia hidup didunia ini diberiakan kebebasan menentukan atau memilih arah kehidupannya didunia ini.
Ibarat selembar kertas putih, coretan atau goresan apakah akan menjadi indah ataupun buruk tergantung kita yang memegang pensilnya”. Kertas putih itu adalah kehidupan kita, jika kita ingin kehidupan kita sukses maka tulislah dikertas itu untaian-untaian kata yang mengarah pada kesuksesan.
Disini penulis hanya berusaha menjelaskan pada pembaca dan diri penulis sendiri bahwasannya hidup didunia ini adalah pilihan. Dan semua pilihan itu bergantung pada diri kita sendiri dan Allah SWT. Dan kecermatan dan kesiapan manusia dalam memilih bergantung pada kemampuannya dalam memimpin dirinya sendiri. Setiap pilihan pasti ada resikonya, dan sebagai pemimpin kita harus siap dengan resiko itu.

Kekayaan dalam Memimpin Diri Sendiri
Perlu kita ketahui bahwa harta yang kita miliki bukanlah hakikat dari kekayaan melainkan itu amanah yang akan dimintai pertanggung jawaban kelak di hari penghisaban. Kekayaan yang sebenarnya adalah terletak pada kelapangan hati kita. Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Kekayaan bukanlah dari banyaknya harta, tetapi oleh kayanya jiwa.” (Shahih al-Bhukhari No.6446, Shahih Muslim No.1051)
Ribuan buku tentang kepemimpinan telah ditulis, ribuan pakar kepemimpinan telah dilahirkan kedunia, berbagai macam pelatihan kepemimpinan telah diselengarakan. Akan tetapi mengapa hanya sebagian atau segelintir orang saja didunia yang dapat menjadi pemimpin terutama pemimpin bagi dirinya sendiri.
Jiwa yang kaya adalah jiwa jiwa yang memiliki semangat yang membara, optimisme yang tinggi, wawasan yang luas, kesabaran yang tinggi, ketabahan yang kuat dan ketawaduan yang dalam. Manusia yang seperti ini akan mampu mengarungi kehidupan didunia ini dengan begitu indah, sarat makna dan tercapai tujuannya. Manusia yang mampu menikmati hidup, mekmanai hidup dan mencapai tujuannya adalah manusia yang bahagia.
Kebahagian adalah harapan bagi setiap manusia, setiap kita merindukan kebahagian itu. Orang orang bejuang untuk kaya, orang orang berjuang untuk meraih prestasi tertinggi, orang orang bertamasya, orang orang mencari hiburan semua itu dilakukan untuk mendapatkan kebahagiaan.
Banyak orang kaya, orang berprestasi, pejabat setelah memperoleh itu yang dirasakan hanyalah kepuasan yang kosong. Mereka tak sanggup merasakan apa itu kebahagiaan. Kebahagian dan kekayaan adalah milik orang orang yang memiliki jiwa yang kaya. Jiwa yang kaya dapat terbentuk oleh pribadi manusia yang mampu memimpin dirinya sendiri. Disini penulis hanya mengingatkan pada pembaca, bahwa hanya kemampuan untuk memimpin diri sendirilah yang mampu membentuk jiwa yang kaya.

Mengubah Dunia dengan Memimpin Diri Sendiri
Untuk mengawali ini kita mulai dari sebuah kisah inspiratif dari seorang pendeta di abad ke-12 Masehi, yang mengisahkan tentang kepemimpinan diri sendiri.“Ketika masih muda, aku ingin mengubah dunia. Aku merasa sulit untuk mengubah dunia, lalu mencoba untuk mengubah bangsaku. Ketika aku merasa bahwa aku tidak dapat mengubahnya, aku mulai fokus pada kotaku sendiri. Ternyata aku tidak mampu mengubahnya dan ketika mulai tua aku mencoba mengubah keluargaku. Sekarang, sebagai seorang yang sudah tua aku menyadari bahwa satu-satunya yang dapat aku ubah adalah diriku sendiri, sehingga aku dapat berpengaruh pada keluargaku. Keluargaku dan aku sendiri kemudian akan dapat mempengaruhi kota kami. Akibat yang ditimbulkan akan dapat mempengaruhi bangsa, dan dengan demikian akan dapat mengubah dunia.”
Kepemimpinan diri sendiri adalah tugas yang berat, karena beratnya hanya sedikit manusia yang mampu menunaikan tugas ini. Bagaimana seorang pendeta baru menyadari bahwa yang harus dirubah atau dipimpin terlebih dahulu adalah dirinya setelah dia berusia lanjut. Kita sebagai generasi mudah tidak perlu menunggu sampai tua untuk menyadari bahwa kepemimpinan diri sendiri adalah yang utama. Mari dari sekarang, detik ini, saat ini kita bekali, kita pelajari bagaimana diri kita mampu memimpin diri kita sendiri. Dan akhirnya setelah kita sanggup memimpin diri kita,barulah kita akan memimpin orang lain.
Ayo kawan pimpimlah diri kita sendiri, jangan pernah berharap untuk dapat mengubah Bangsa ini sebelum kita dapat mengubah diri kita, keluarga kita dan masyarakat kita. Segala khilaf dan kekurangan penulis mudah mudahan dapat menjadi pelajaran yang berharga. Jika ada kebaikan dalam tulisan ini silakan diambil dan jika ada keburukan silakan dibuang jauh jauh. Semoga Allah SWT meridhai kita semua. Âmîn Ya Rabb.[]

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Agama dengan judul KAWAN! PIMPINLAH DIRIMU SENDIRI. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://inaezz.blogspot.com/2012/02/kawan-pimpinlah-dirimu-sendiri.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: inaezz - Jumat, 03 Februari 2012

Belum ada komentar untuk "KAWAN! PIMPINLAH DIRIMU SENDIRI"

Poskan Komentar

membiasakan komentar yg baik dan benar itu pekerjaan mulia:)